Warga Kampung Sido Bangen Dambakan Layanan PLN, Deny Setiawan: Realisasi Dilakukan Bertahap

img

 

POSKOTAKALTIMNEWS.COM,TANJUNG REDEB-Terjadi Kekurangan listrik di wilayah hulu Sungai Kelay Kabupaten Berau menjadi sorotan. Sebanyak 11 kampung belum teraliri listrik dari total 14 kampung Yang ada di Kecamatan Kelay.

Salah satunya adalah Kampung Sido Bangen yang berada tidak jauh dari pusat pemerintahan kecamatan.

Dikatakan Kepala Kampung Sido Bangen, Agustinus Julang, listrik di kampung tersebut hanya beroperasi 12 jam. Begitu juga jaringan telekomunikasi di sana yang masih terbatas.

"Kami mengharapkan realisasi itu dikarenakan itu merupakan kebutuhan mendasar. Termasuk di kantor kepala kampung dan kecamatan pun masih 12 jam, sehingga memang pelayanan tidak maksimal," katanya kepada Poskotakaltimnews baru baru ini

Hal ini pun ditanggapi oleh Manajer UP3 PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Berau, Deny Setiawan menjelaskan, kendala belum tercukupinya listrik di wilayah hulu Kecamatan Kelay dikarenakan kondisi geografis yang jauh dari jaringan eksisting.

"Jadi, jaringan eksisting yang sudah ada saat ini terlampau jauh untuk menjangkau ke wilayah hulu, sehinhga memang kondisi geografis menjadi kendala kami untuk mengalirkan listrik yang sifatnya report area,"ungkapnya.

Selain itu, dikatakannya juga dalam merealisasikan kecukupan listrik 24 jam di wilayah hulu juga membutuhkan dukungan infrastruktur jalan dalam pembangunannya. Termasuk juga dukungan alat berat dalam proses konstruksi pembangunan jaringan.

Sedangkan, di wilayah hulu Kecamatan Kelay sendiri akses jalan menuju lima kampung pedalaman kondisinya sangat tidak memungkinkan. Dalam hal ini, pihak PLN juga meminta dukungan kepada instansi pemerintah atau perusahaan terkait mobilisasi alat ke wilayah yang sifatnya report area atau wilayah terpencil yang jauh dari jangkauan.

Adapun untuk langkah lanjutannya, pihak PLN segera melakukan kajian sesuai road map untuk mengakomodasi kebutuhan listrik di setiap kampung. Termasuk estimasi anggaran, efisiensi, dan waktu yang dibutuhkan dalam tahap pembangunan.

"Tahap itu disebut pra rekonstruksi dan itu membutuhkan waktu yang cukup lama, dimana kami akan melakukan penghitungan dalam efisiensi tingkat kemudahan pelaksanaan," jelasnya.

"Artinya apakah di wilayah tersebut sesuai untuk dibangun panjang jaringan yang akan dikoneksikan ke jaringan eksistensi atau lebih sesuai dibangun jaringan PLTS komunal (pembangkit lain). Sehingga itu perlu kami kaji," sambungnya.

Pada tahap ini juga PT PLN juga perlu melakukan kajian kesehatan konstruksi. Rencananya, PT PLN segera membangun percepatan panjang jaringan yang akan terkoneksi dari Tanjung Redeb ke Kampung Gunung Sari. Setelah itu, jaringan juga dikoneksikan ke setiap titik di Kecamatan Kelay. Ditargetkan pada periode waktu sampai 2024 kebutuhan listrik di 100 kampung segera dipenuhi oleh PT PLN.

"Tapi itu bertahap kami memperhatikan anggaran dan koordinasi dengan pemerintah daerah. Dikarenakan PT PLN untuk dapat mengakomodir listrik ke setiap wilayah itu berdasarkan anggaran penyertaan modal negara, dimana besaran anggarannya setiap tahun tidak tetap, sehingga harus kami sesuaikan,"pungkasnya.(sep)